
Di tengah lanskap bersejarah Tus, dekat Mashhad di Iran timur laut, berdiri sebuah bangunan yang bukan sekadar makam. Makam Ferdowsi adalah tempat di mana sastra, sejarah, arsitektur, dan ingatan budaya Iran bertemu dalam satu ruang.
Abu’l-Qasem Ferdowsi, salah satu penyair epik terbesar dalam sastra Persia, diperkirakan lahir sekitar tahun 940 M di wilayah Tus. Karya terbesarnya, Shahnameh atau Kitab Para Raja, diselesaikan pada tahun 1010 M. Karya ini bukan sekadar catatan sejarah dalam pengertian modern, melainkan sebuah epos sastra yang memadukan legenda, mitologi, kisah para raja dan pahlawan, serta ingatan budaya Iran dari masa lampau.
Ferdowsi meninggal sekitar tahun 1019–1020 M. Menurut sumber sejarah yang dikaji dalam Encyclopaedia Iranica, ia dimakamkan di taman miliknya sendiri di Tus setelah tidak diperbolehkan dimakamkan di pemakaman Muslim kota tersebut. Selama berabad-abad, makamnya tetap menjadi tempat yang dihormati dan dikunjungi.
Namun, bangunan monumental yang kita lihat sekarang berasal dari abad ke-20. Pembangunan makam ini dimulai pada 1928 dan selesai pada 1934, bertepatan dengan perayaan milenium Ferdowsi. Proyek tersebut menjadi salah satu upaya penting untuk menghadirkan kembali warisan sejarah dan sastra Iran melalui arsitektur modern.
Secara arsitektural, makam Ferdowsi menarik karena menggunakan bahasa bentuk yang merujuk pada tradisi Iran kuno. Komposisinya yang monumental, penggunaan kolom, tangga, batu, dan bentuk geometris menciptakan hubungan visual dengan warisan arsitektur Persia dari masa lampau.
Rancangan awal dibuat oleh Karim Taherzadeh Behzad. Dalam proses berikutnya, arsitek dan arkeolog André Godard mengembangkan rancangan lain beserta model gipsnya. Perubahan desain kemudian dilakukan selama proses pembangunan.
Beberapa dekade kemudian, kompleks makam diperluas dan diperbarui. Ruang bawah makam dikembangkan menjadi sebuah aula besar, sementara area kompleks juga diperluas dan dilengkapi dengan fasilitas seperti perpustakaan, museum, serta ruang-ruang lainnya. Kompleks yang telah diperbarui secara resmi dibuka pada April 1968, sedangkan makam tersebut kemudian direnovasi pada 1969.
Tetapi mungkin hal yang paling menarik dari tempat ini bukan hanya ukuran bangunannya.
Bayangkan seorang penyair yang hidup lebih dari seribu tahun lalu, kemudian menyelesaikan sebuah karya yang terus dibaca dan dipelajari hingga sekarang. Shahnameh membuat suara Ferdowsi melampaui zamannya. Di Tus, warisan itu tidak hanya tersimpan di dalam buku, tetapi juga hadir dalam sebuah ruang yang dapat dikunjungi, dilihat, dan dirasakan.
Bagi wisatawan yang melakukan perjalanan ke Iran, kunjungan ke makam Ferdowsi menawarkan pengalaman yang berbeda. Ini bukan hanya perjalanan menuju sebuah situs bersejarah, tetapi juga perjalanan menuju salah satu fondasi penting sastra dan identitas budaya Iran.
📍 Lokasi: Tus, Provinsi Razavi Khorasan, Iran
📜 Ferdowsi: sekitar 940–1019/1020 M
📖 Penyelesaian Shahnameh: 1010 M
🏛️ Pembangunan makam sekarang: 1928–1934
🔨 Renovasi: 1969